
Tips kesehatan seringkali mengingatkan kita untuk menjauhi gawai sebelum tidur. Namun, belakangan muncul pandangan yang bertolak belakang. Seorang sleep and recovery coach justru menyarankan bahwa waktu layar atau screentime di malam hari tidak harus dihindari. Perubahan pandangan ini menghadirkan diskusi baru tentang bagaimana kita memanfaatkan teknologi sebelum tidur dan dampaknya terhadap kualitas tidur kita.
Pandangan Baru tentang Screentime
Sebagian besar dari kita percaya bahwa terpapar layar sebelum tidur merugikan proses beristirahat. Namun, metode konvensional ini mendapat tantangan dari beberapa pakar yang melihat dari sudut pandang berbeda. Seorang ahli dalam pemulihan dan tidur memberikan kesaksian bahwa layar dapat menjadi bagian dari rutinitas malam hari yang justru menenangkan, asalkan dilakukan dengan benar.
Riset dan Temuan yang Mendukung
Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan layar dalam jangka waktu yang tepat tidak selalu memengaruhi kualitas tidur secara negatif. Penggunaan layar untuk aktivitas seperti membaca atau menonton video yang rileks dapat meningkatkan rasa nyaman dan menyiapkan tubuh untuk tidur. Ini tentu bertentangan dengan pandangan umum, membuka kesempatan untuk pendekatan baru dalam rutinitas malam hari.
Pentingnya Kontrol dan Batasan
Yang penting dalam menggunakan layar sebelum tidur adalah pembatasan dan kontrol. Jam dan konten yang dipilih harus dipertimbangkan agar tidak menstimulasi otak secara berlebihan. Menonton tayangan ringan atau mendengarkan cerita audio yang menenangkan dapat menjadi pilihan cerdas. Pada saat yang sama, penting untuk menghindari konten yang terlalu merangsang yang bisa memicu produksi hormon stres.
Aplikasi Teknologi dalam Pola Tidur
Perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai aplikasi dan perangkat lunak yang dirancang untuk membantu tidur. Aplikasi meditasi, pemutar suara alam, atau konten pembelajaran ringan yang di-streaming sebelum tidur dapat membantu transisi menuju tidur lebih lancar. Dengan demikian, teknologi bukanlah musuh melainkan alat yang dapat dimanfaatkan secara positif.
Memahami Kebutuhan Individual
Tidak semua orang merespons teknologi dengan cara yang sama. Sementara beberapa orang bisa menemukan ketenangan dan kenyamanan dalam screentime, yang lain mungkin memerlukan pendekatan berbeda. Pemahaman personal tentang kebiasaan dan kebutuhan tidur adalah kunci, dan inilah yang perlu dioptimalkan setiap individu berdasarkan pengalaman pribadi.
Kesimpulan dan Refleksi
Pada akhirnya, apakah screentime sebelum tidur itu baik atau buruk tergantung pada konteks penggunaannya dan kebutuhan individu. Pandangan bahwa layar adalah sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya telah digantikan oleh pemahaman yang lebih fleksibel dan personal. Teknologi menawarkan peluang sekaligus tanggung jawab untuk menggunakannya dengan bijak. Keseimbangan dan kontrol adalah kunci, dan apa yang bekerja untuk satu orang mungkin tidak untuk orang lain. Melangkah ke depan, berpikir terbuka dan eksploratif terhadap kebiasaan tidur lebih disarankan daripada mengikuti dogma yang ada.
